Paham Kerugian Jadi Mompreneur? Why Not!

Kali ini kami akan jelaskan perihal Paham Kerugian Jadi Mompreneur? Why Not!. Sebagian tahun belakangan ini, gelombang kewirausahaan menyerbu kehidupan ekonomi Indonesia dengan dahsyat. Salah satu cara untuk menerima penghasilan ini dikenal dengan istilah entrepreneurship. Banyak orang yang ‘banting setir’ menjadi pengusaha. Demam berwirausaha ini kemudian merebak seiring dengan bermunculannya seminar-seminar dan pelatihan-pelatihan entrepreneurship.

Paham Kerugian Jadi  Mompreneur? Why Not!

Entrepreneur atau dalam bahasa Indonesianya disebut wiraswasta adalah salah satu pekerjaan yang benar-benar menarik dan menantang oleh sebagian orang. Wiraswasta menarik bagi orang yang mudah bosan dalam berprofesi, suka tantangan baru dalam berprofesi, dan orang yang memiliki jiwa dinamis. Sebaliknya, wiraswasta bagi pecinta kestabilan kerja dan cinta kemapanan mungkin bukan sebuah tantangan, justru yaitu sebuah ancaman. Hal tersebut disebabkan dalam berwiraswasta, pelaku patut siap dengan naik turun pendapatan sehingga mesti siap pula dengan ketidakmapanan.

Paham Kerugian Jadi Mompreneur? Why Not!

Mompreneur merupakan gabungan dari dua kata, ialah mommy (ibu) dan entrepreneur (wiraswasta). Dengan demikian, mompreneur ialah istilah untuk ibu rumah tangga yang memiliki dan mengelola usahanya sendiri.

a. Keuntungan menjadi mompreneur

  • Menutupi kekurangan dalam perekonomian keluarga.
  • Memiliki penghasilan sendiri sehingga tak tergantung dengan suami dalam keinginan membeli kelengkapan rumah tangga atau suatu barang tertentu.
  • Menambah pemasukan keluarga.
  • Meringankan pengeluaran biaya untuk buah hati.
  • Membuat diri populer.
  • Memperluas pergaulan.
  • Menambah ilmu yang sebelumnya tidak pernah dikenal.

b. Kerugian menjadi mompreneur

  • Memerlukan perjuangan ekstra seperti banyak mengeluarkan energi, pikiran, kesabaran, dan tentu saja pengorbanan waktu.
  • Menambah kesibukan ibu sebab mesti membagi perhatian antara mengurus anak dan mengelola bisnis. Bukan tidak mungkin kerepotan saat bisnis dan mengurus buah hati saling berbenturan.
  • Menimbulkan konflik atau perbedaan anggapan dengan suami atau member keluarga lainnya kalau tak mendapat izin menjalankan bisnis.

Paham Kerugian Jadi Mompreneur? Why Not!

Kesulitan Membagi Waktu Bagi Ibu Bekerja Dikala
Waktu yakni sesuatu yang betul-betul berharga. Kita punya waktu 24 jam dalam sehari untuk beberapa kegiatan yang dibagi-bagi dalam bermacam tipe pekerjaan. Kalau sudah menjadi seorang ibu, dengan sendirinya peran Anda kian bertambah dan waktu untuk orang lain juga bertambah. Kegiatan Anda lihat, pada umumnya, waktu bagi seorang ibu rumah tangga terbagi atas sebagian bagian berikut.

a. Waktu untuk keluarga

Menemani rutin yang dikerjakan sang ibu antara lain: menyusui, menyuapi makan, menyiapkan keperluan sebelum buah hati berangkat ke sekolah, mengantar buah hati-si kecil melaksanakan tugas, memasak, mencuci, menyetrika, menyiapkan pakaian suami, menemani suami mengobrol selama sarapan, menjadi pengingat suami, dan mengatur keuangan yang diberi suami.

Paham Kerugian Jadi Mompreneur? Why Not!

b. Waktu untuk lingkungan sekitar

Sang ibu pun perlu menyisihkan waktu untuk aktivitas di lingkungan, seperti mencontoh arisan yang diadakan ibu-ibu di daerah daerah tinggal, bersilaturahmi dengan tetangga, kerabat, dan sahabat-sahabat, menjenguk tetangga, kerabat, maupun sahabat yang sakit, dan kerja bakti di lingkungan sekitar yang diadakan warga sekitar.

c. Waktu untuk diri sendiri

Seorang ibu bisa me-refresh diri sendiri dengan menyendiri sebentar dan tak diganggu siapa malah atau menilai diri (termasuk juga beribadah).

d. Waktu untuk keperluan lain

Memastikan si kecil berobat saat buah hati sakit, jadwal mengunjungi tetangga yang meninggal, jadwal mencontoh kesibukan-kesibukan sosial, dan lain-lain.

Paham Kerugian Jadi Mompreneur? Why Not!

Alasan Sedangkan Menjadi Seorang Mompreneur

Pertimbangan dan alasan setiap orang untuk menjadi mompreneur berbeda-beda. Pilihan berbeda-beda, pada umumnya alasan-alasan tersebut bisa digolongankan sebagai berikut.

a. Beberapa hidup sebagai single fighter

Sebagian alasan seseorang menjadi single fighter, seperti dicerai atau menceraikan suami; ditinggal pergi suami, suami tak bekerja, suami di-PHK, atau suami meninggal dunia.

b. Usaha sampingan ibu rumah tangga

Sukses alasan ibu rumah tangga mendirikan usaha sampingan, seperti keadaan ekonomi keluarga yang tak baik, tiba-tiba suami di PHK, pengeluaran untuk anak-buah hati kian membengkak, gaji suami yang tidak mencukupi untuk menutupi keperluan keluarga, atau menyelamatkan Anda dari tindakan berutang.

Paham Kerugian Jadi Mompreneur? Why Not!

c. Hobi

Bisnis yang dikerjakan ibu rumah tangga semata-mata sebab kesenangan saja atau sebagai penyaluran hobi pribadi.

d. Iseng

Bisnis yang dijalankan tak dihasilkan sebagai mata pencaharian, namun sebagai pengisi waktu kosong dan merasa tak ada yang bisa dikerjakar sehingga dengan kreatif dia membuat barang yang berkhasiat.

Mereka yang Apabila Sebagai Momprenuer

Tapi seorang ibu berkeinginan membuka suatu bisnis tanpa harus mengesampingkan perannya sebagai ibu rumah tangga bukanlah suatu hal yang mustahil. Berikut sekelumit kisah riil mereka yang sukses menjalani pekerjaan sebagai ibu sekaligus pembisnis, momprenuer.

Paham Kerugian Jadi Mompreneur? Why Not!

a. Usaha yang dimulai dari iseng yang kreatif

– Mendaur ulang kertas
Kertas bekas atau kertas yang telah tak terpakai lagi bisa dimanfaatkan oleh orang-orang kreatif untuk menerima uang. Kertas bekas ini dapat dijadikan kerajinan tangan yang unik-unik, barang untuk dipakai seperti tempat pensil, atau didaur ulang menjadi kertas lagi.

– Mendaur ulang sampah
Bagi beberapa besar orang, sampah hanya dianggap sebagai tumpukan benda-benda yang kumal dan patut langsung disingkirkan. Walaupun, bagi orang yang kreatif, tumpukan sampah bisa menjadi sumber uang. Sampah batok kelapa seumpama, bisa disulap menjadi kancing baju dan asbak rokok. Di samping itu, sampah kertas bisa didaur ulang menjadi bahan kerajinan tangan; sampah bambu bisa disulap menjadi vas bunga; masih banyak sampah yang bisa dimanfaatkan lagi.

Paham Kerugian Jadi Mompreneur? Why Not!

b. Mompreneur yang memulai bisnis dari hobi

Dewi Lestari (biasa dipanggil Dee) mempunyai hobi menulis. Dari hobinya itu, dia melahirkan karya fenomenal Supernova. Dee mengatakan bahwa ia menulis bukan untuk mendapat uang, tetapi hanya untuk kepuasan batinnya, Dee merasakan adanya kepuasan batin dikala karyanya selesai, bukan pada ketika karyanya diterbitkan dan Dee mendapatkan honor yang besar.

Aktualisasi Terus Berkembang Pilihan Di Rumah

Menjadi mampreneur jika ditekuni dan dilaksanakan secara positif bisa menolong potensi seorang ibu berkembang. Ada dua hal yang dapat menjadi pemicu berkembangnya potensi mompreneur dalam diri sang ibu yakni sebagai berikut.

Paham Kerugian Jadi Mompreneur? Why Not!

a. Adanya tantangan

Munculnya tantangan dalam membangun usaha seorang ibu akan terpacu untuk menuntaskan tantangan tersebut. Pada hasilnya, usaha untuk mengatast tantangan akan membuka potensi-potensi baru yang selama ini terpendam dalam diri seorang ibu. Kebutuhan kali potensi dalam diri seseorang baru berkembang setelah dia menemui tantangan dalam hidupnya.

b. Berdasarkan manusia

Berdasarkan Maslow, seorang ahli psikologi humanistik, aktualisasi diri itu adalah kebutuhan tertinggi seorang manusia. Terakhir, sebab sifat fleksibel dari entrepreneur maka usaha tersebut dapat dijalankan di mana saja, termasuk di rumah. Dengan demikian, seorang ibu rumah tangga bahkan bisa melaksanakan bisnis tanpa semestinya memungkiri perannya sebagai ibu rumah tangga.

Sekian informasi mengenai Paham Kerugian Jadi Mompreneur? Why Not!, semoga artikel ini berguna buat sahabat semua. Kami berharap postingan ini dibagikan agar semakin banyak yang mendapat manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...